Breaking News
Loading...
Rabu, 07 November 2012

Cara Membacakan Puisi - Belajar Membaca Puisi



Membacakan Puisi

Salah satu ciri khas puisi adalah nada serta irama yang ada dalam setiap  kata-katanya.  Oleh  sebab  itu,  seringkali  kegiatan  membaca puisi diperlombakan dengan istilah deklamasi puisi. Dalam Pelajaran ini, Anda  akan  berlatih  membacakan  puisi. Sebelumnya, Anda  harus memahami terlebih dahulu teknik-teknik pembacaan Puisi.

Pernahkah Anda membaca puisi? Puisi yang dibacakan dapat lebih dihayati,  baik  oleh  pendengar  ataupun  pembacanya  jika  diperhatikan aspek  lafal,  nada,  intonasi,  dan  tekanannya.  Lafal  meliputi  kejelasan kita dalam mengucapkan kata-kata puisi. Nada meliputi cara suasana kita membawakan puisi yang bernuansa sedih, semangat, atau bahkan syahdu. Adapun intonasi puisi yang dibacakan menyangkut bagaimana kita membuat jeda antarkata ataupun antarbaris dalam puisi. Intonasi harus  kita  perhatikan  karena  menyangkut  kapan  kita  harus  berhenti dalam membacakan kata-kata puisi. Selanjutnya, tekanan menyangkut kapan kita harus menaikkan atau menurunkan tinggi rendahnya puisi yang kita deklamasikan.

Pembacaan   puisi   yang   penuh   penghayatan   kadang   membuat pendengar  terbawa  atau  terhanyut  dalam  isi  puisi.  Seseorang  yang mendeklamasikan puisi dengan memenuhi kaidah lafal, nada, intonasi, dan tekanan akan membuat puisi itu lebih bermakna dan dihayati oleh pendengar.  Salah  satu  penyair  yang  ahli  mendeklamasikan  puisinya adalah   Sutardji   Calzoum   Bachri.   Ia   selalu   membawakan   puisinya seakan masuk dunia lain yang sangat puitis dan begitu indah didengar. Apakah Anda mengenal penyair lain yang sering membacakan puisinya dengan baik? Bagaimanakah cara mendeklamasikan   puisi yang baik itu?

Berikut  ini  teknik  dasar  yang  dapat  Anda  praktikkan  untuk  berlatih mendeklamasikan puisi.

1.      Kenali   dulu   gaya   atau   jenis   puisi   tersebut.   Misalnya,   puisi yang berisi perjuangan nantinya harus dibawakan dengan gaya semangat.  Adapun  jika  puisi  tersebut  berisi  hal  yang  penuh nilai-nilai religius dapat dibawakan dengan suasana syahdu.
2.      Hayati  dan  pahami  isi  puisi  dengan  interpretasi Anda  sendiri. Hal  ini  akan  membantu  Anda  merasakan  bahwa  puisi  yang dibawakan   nantinya   akan   menyatu   dengan   sanubari   Anda sendiri.
3.      Selanjutnya,  Anda  dapat  membaca  secara  berulang-ulang  isi puisi   tersebut.   Mulanya,   mungkin   Anda   bisa   membacanya dalam hati kemudian mengucapkan secara bergumam. Selama menghayati dengan membaca berulang-ulang, janganlah Anda terpengaruh  oleh  suasana  sekeliling.  Tanamkanlah  dalam  diri bahwa Anda bisa masuk dalam isi dunia puisi tersebut. Dengan begitu, Anda akan menyatu dengan keseluruhan bait puisi dan makna di dalamnya secara penuh.
4.      Lakukanlah   latihan   membaca   puisi   dengan   berulang-ulang. Sebelumnya,  Anda   dapat   memberi   tanda   intonasi,   tekanan, atau nada pada puisi yang akan Anda bacakan. Hal ini nantinya akan membantu Anda dalam mendeklamasikan isi puisi dengan pembawaan  sepenuh  hati.  Sebagai  langkah  awal,  lakukanlah latihan  di  depan  cermin.  Dalam  hal  ini, Anda  sekaligus  dapat menilai  gesture  serta  mimik  Anda  sendiri.  Selanjutnya,  Anda dapat mempraktikkan pendeklamasian puisi di hadapan teman atau   keluarga   Anda.   Silakan   Anda   meminta   pendapat   dari mereka. Hal ini akan lebih membantu Anda jika ada kritik atau masukan dari orang lain. Sebagai  bahan  latihan,  bacalah  dalam  hati  isi  puisi  berikut dengan saksama. Hayatilah maknanya.

Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

Karya Sapardi Djoko Damono
Sumber: Kumpulan puisi Hujan Bulan Juni, 1994

Dalam puisi tersebut, digambarkan jiwa penyair tidak akan pernah mati di mata dan di hati apresiatornya. Jiwa penyair akan selalu abadi meski   sang   penyair   telah   meninggalkan   alam   fana   ini.   Mengapa demikian? Segala harapan dan impiannya tentang hidup dan kehidupan, termasuk  kesepian  dan  kesunyian,  telah  dikristalkan  lewat  larik-larik puisi yang ditulisnya dengan rasa kecintaan mendalam. Kecintaan itu adalah kecintaan terhadap hidup, baik pada yang kelak akan   musnah maupun  yang  abadi.  Hal  tersebut  menggerakkan  sang  penyair  untuk terus menghasilkan puisi-puisinya.

Tentunya  Anda  telah  memahami  kira-kira  bagaimana  pembacaan puisi dengan baik. Anda dapat menentukan bagaimana lafal, nada, tekanan, hingga intonasi yang baik. Misalnya, puisi tersebut dibacakan dengan lafal yang jelas dan nada yang begitu syahdu. Adapun tekanannya digunakan di berbagai baris tertentu dengan intonasi yang jelas di bagian tertentu pula. Berikut ini contoh penggunaan tanda jeda agar intonasi dalam puisi
bisa dibacakan dengan baik.

Pada suatu hari nanti//

Jasadku tak akan ada lagi//
Tapi/ dalam bait-bait sajak ini/
Kau takkan kurelakan sendiri//

Pada suatu hari nanti//
Suaraku tak terdengar lagi//
Tapi/ di antara larik-larik sajak ini/
Kau akan tetap kusiasati//
Pada suatu hari nanti//
Impianku pun tak dikenal lagi//
Namun/ di sela-sela huruf sajak ini/
Kau takkan letih-letihnya kucari//
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
======================================================================
  • Cara & Tips Membaca Puisi Yang Baik & Benar teknik membaca puisi MEMBACAKAN PUISI « Membacakan Puisi dengan Ekspresi yang Tepat | Better Education Cara Membaca Puisi yang Baik dan Benar | GUBUK A' Postrophe: TEKNIK / CARA MEMBACA PUIS
    A.Menanggapi Cara Pembacaan Puisi for SMP Kelas 7 Strategi Melatih Membaca Puisi Untuk Pelajar penilaian cara membaca puisi pdf free ebook download from blog
    Penelusuran yang terkait dengan cara membacakan puisi
    menanggapi cara pembacaan puisi
    bagaimana cara membaca puisi
    cara membaca puisi yang baik dan benar
    cara membaca puisi bahasa inggris
    cara membuat puisi
    contoh puisi
    PUISI DIPONEGORO & KARAWANG-BEKASI - YouTube
    Lomba Cipta dan Membaca Puisi
    cara membaca/ deklamasi dan parafrase puisi - ums edukasi-rsbi
    Tips Cara Membaca Puisi dengan Baik | PELAJARAN BAHASA .
    Hakikat Membaca Puisi (Poetry Reading)
    Semua Tentang Cara-Cara: Cara Membaca Puisi
    Sampak Gusuran, Membaca Puisi dengan Cara yang Berbeda
    Puisi: Menanggapi cara pembacaan puisi
    Teknik Membaca Karya Sastra
    Hal – hal yg harus diperhatikan dalam membaca puisi .
    Membaca Indah Puisi
    suka-sukague: Cara membaca puisi dengan indah
    Cara Menanggapi Pembacaan Puisi dan Implementasinya 7.2
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1 komentar:

  1. If some one wants expert view concerning blogging after that i recommend
    him/her to go to see this website, Keep up
    the fastidious job.

    Review my web-site - my free cams token hack

    BalasHapus

Copyright © 2013 Damarweb.blogspot.com All Right Reserved | Share on Blogger Template Free